Kok rasanya makin hari makin tidak masuk akal ya? Apakah Pemilu ini benar-benar pesta? Maksud saya pesta dalam arti sesungguhnya. Coba bayangkan biaya untuk mencetak materi-materi itu kan tidak kecil (malah sangat besar sekali) lalu hasilnya seperti itu, apakah tidak mubazir? Akankah lebih baik uang nya di gunakan untuk keperluan yang lebih mementingkan rakyat?

Ada yang tertarik membuat buku dokumentasi poster kampanye?
Ok lah ada beberapa yang “lucu” tidak apa-apa, tapi seperti yang kitas lihat, semua kok jadinya seperti itu? Seperti anak kecil, misalnya ada seorang anak beli permen kuning, nah.. tidak lama kemudian maka 1 sekolah akan beli dan makan permen kuning itu semua. Budaya ikut-ikutan memang sulit sekali di buang dari negara tercinta ini, mungkin beberapa dari Caleg itu tahu kalau poster yang mereka buat itu tidak bagus, tetapi karena teman dan saingan nya berbuat seperti itu maka mau tidak mau mereka harus ikut arus atau akan di bilang aneh dan sok pintar.
Saran saya, uang sebanyak itu bisa di pakai untuk membangun sekolah gratis kecil-kecilan atau sesuatu yang bersifat sosial lainnya. Maka dengan sendirinya branding Caleg akan lebih bagus, malah orang akan mencari tahu siapa yang membuat sekolah tersebut. Tidak perlu mem-bombardir secara visual seperti ini, malah akan membuat kita semakin ilfil saja. Saya ragu dengan Caleg-Caleg tersebut, mempromosikan diri sendiri saja tidak bisa, apa lagi mempromosikan negara kita ke luar negeri?
Untuk lihat poster dan perkembangan pemilu bisa ke http:/blogpemilu.com/
Designed by Richard Fang
Developed by zamdesign
© 2009 Richard Fang. All Rights Reserved.
Liat polah caleg kita bikin nyengir kuda.:) Tapi seperti kekanak-kanakan, haus kekuasaan. Mending kampanye dan berpromosi yang hasilnya langsung dirasakan masyarakat luas. Saya setuju itu.
Emang gak abis pikir ama caleg2 gak jelas ini… kok Caleg yang pake baju superman gak dimasukin? Yang nomer 5 itu loh hehe gue bingung ini emang tim promosi si caleg2 ini sengaja bikin poster dengan kualitas jelek kayak gitu karena masyarakat mayoritas kita cuma bisa nerima yang modelnya kayak gitu atau emang karena mereka beneran kampungan? Capee dee
kayaknya karena alasan mereka kampungan deh hahaha, kemaren baru dapet selebaran caleg gtu, di note nya ada tulisan “ayo kita kurangi global warning..”
please de, bukan nya global warming yah? LOL
hahhhahaaha…. kampungan memang. Tapi cukup membuat kita inget.. bahkan sampe dipajang di blog…tuh kan… hahaha promosi gratis di blogmu wakakkaka.
btw, mmg obama sama beckham sponsor mrk ya? kwkwkkkwwkw…
salam kenal yaaa..
oh ya kamu tawarkan jadi designer mereka aja hehehe…
@ joanne _ salam kenal juga
wah kalau caleg nya kayak gtu sih terima kasih banyak deh hhahaha
Menurut gue sih memang bener pesta. Ngerti apa sih kita ini bangsa Asia akan demokrasi? Seperti yg sering gue bicarakan Cad, demokrasi itu asing, miliknya bangsa Barat. Pemilu kita gak juga murni koq (pemilu di seluruh dunia juga gak ada yg murni, yg baca jangan naif). Kalo gue sih seneng, at least, rakyat kecil bisa menikmati pesta demokrasi (dalam arti yang harafiah). Jarang2 mereka mendapatkan hiburan gratis. Apalagi merasa “penting”. Lah biasanya mau ngomong aja takut sama atasan, sekarang bayangkan aja, bisa “MEMILIH” “wakil-wakil” mereka di pemerintahan (banyak tanda kutip ya). Sekali dalam 5 tahun mereka merasakan artinya menjadi warga negara yang penuh dengan “hak asasi” nya sebagai warga negara (tuh kan kutip lagi).
Untuk kita semua yang biasanya langsung mencemooh, apalagi panas, saran gue adalah santai aja. Malah gue ngerasa dengan adanya pesta demokrasi, kita dapat belajar tentang dinamis nya sebuah kehidupan. Gue bisa ngerasain banget excitement (sorry bahasa inggris) dari sopir gue misalkan, atau satpam kantor, yang nantinya akan nyoblos siapa di pemilu. Gue biasanya cuma senyum aja.
Rasanya gak ada dari golongan terpelajar yang mau ikut pemilu, kecuali sanak saudara atau teman nya ikut mencalonkan diri (baca: motivated by self interest) (sorry bahasa inggris).
Biarpun pemilu kita nantinya gak memalukan seperti ini, rasanya kita pun tidak akan ikut memilih.
Kenapa?
Karena kita bukan lagi “lemmings” (inget game tahun 80-an?). Toh hampir semua pemimpin di dunia ini penuh dengan kepentingan pribadi (Oh yeah, Obama pun juga).
Ignorance is a bliss…
NW
NW for president!! hahaha
diparodikan dengan sangat baik oleh situs ini..
http://www.janganbikinmalu2009.com