Purple Cow, do you have it?

Oleh : Richard Fang / December 13, 2008

Apa itu purple cow? Dalam bahasa indonesia jelas artinya sapi ungu, yah.. itu kita semua juga tahu, tapi apa maksudnya?

Analoginya begini.. dalam dunia industri pasti banyak produk yang di keluarkan oleh berbagai merk, produk itu di artikan seperti sapi. Umumnya sapi-sapi tersebut berwarna hitam-putih atau coklat tua-putih dan tentu saja sangat membosankan dan gampang sekali terlupakan (kecuali bila sapi tersebut sering muncul berkali-kali dan mencuci otak kita), seperti kebanyakan produk yang kita jumpai sehari-hari.

Tapi bagaimana jika ada sapi bercorak ungu-putih? pasti kamu akan melihatnya bukan? Disitulah letak arti dari Purple Cow, diferensiasi dalam arti yang sebenarnya

Purple Cow edisi bahasa Indonesia

Purple Cow edisi bahasa Indonesia

Purple Cow di tulis oleh Seth Godin, seorang pemikir pemasaran terkenal dan bukunya sudah banyak yang menjadi best seller di dunia. Inti dari buku ini adalah, bila kita ingin menciptakan produk yang ingin di ingat banyak orang dan menghasilkan pertumbuhan yang sehat (bukan cepat), maka jalan satu-satunya adalah dengan menjadi purple cow.

Bagaimana menjadi purple cow?

Pertama, Dalam menciptakan suatu produk, kita harus mempunyai passion (hasrat dan gairah). Ciptakan produk itu seperti menciptakan untuk kepentingan diri sendiri.

Kedua, You can’t please everybody!. Jangan menjadi serakah dan ingin memeluk semua pangsa pasar, atau produk itu akan gagal, bila tidak gagal maka mungkin produk tersebut akan hidup tetapi tidak ada yang spesial dan orang tidak akan membicarakannya.

Ketiga, Beranilah untuk menjadi berbeda. Sistem dan budaya kita saat sekolah dulu memang mengajarkan untuk tidak menjadi berbeda, bila kita melakukan sesuatu diluar apa yang di pikirkan oleh sekolah, maka kita akan di cap sebagai siswa yang buruk. Parahnya lagi, sekarang ini sepertinya mayoritas anak-anak yang sekolah hanya mengejar nilai saja tanpa mengerti inti dari pelajaran tersebut, ini semakin mem-perparah mindset tersebut. Maka bila kita menjadi berbeda, otomatis lingkungan kita akan menentangnya (mungkin pada saat awal), untuk itu di butuhkan keberanian untuk mengambil resiko itu semua.

yes it's purple!

yes it's purple!

Keempat, Ciptakan ‘virus’ yang mudah menyebar. Setiap sapi ungu pasti mempunyai ‘virus’! mereka tidak ‘bersih’ seperti sapi lainnya. Karena diferensiasi  itu (poin ketiga), produk tidak akan langsung di gunakan secara massal. Melainkan di mulai dari beberapa pengguna awal yang  juga berani mengambil resiko. Dan jika produk tersebut mempunyai ‘virus’ yang cukup kuat untuk di bicarakan/di sebarkan, maka dengan sendirinya produk itu akan memasarkan dirinya sendiri melalui para pengguna awal yang menceritakan pengalaman hebat produk ke teman-temannya.

Kelima, Purple Cow itu ada atau tidak ada sama sekali dalam sebuah produk.
Jadi mulailah mencari atau menjadi sapi ungu tersebut, dan tentu saja itu semua butuh proses dan waktu untuk pembelajaran. Seperti ucapan Seth Godin, “Lebih baik me-release 10 produk yang berbeda dengan budget 100 juta dollar, daripada me-release 1 produk dengan budget yang sama tetapi menggunakan seluruh budget tersebut dengan memasarkan di media konvensional. At least bila ke-10 produk tersebut semuanya gagal, maka kamu  mendapatkan 10 pelajaran yang berbeda, di banding dengan yang 1 produk.”

Bagi kamu yang tertarik dengan buku tersebut, dapat di beli di toko-toko buku terkemuka di Indonesia. Saya percaya pemikiran tersebut tidak hanya untuk produk dan pemasaran saja, tetapi bisa di gunakan di berbagai bidang dan kehidupan.

Happy Purple!! :D

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Twitthis
  • FriendFeed
  • del.icio.us
 

Ada 7 Komentar tentang posting ini


  1. Toni @ NavinoT bilang,

    Yahoo!! Suka baca Seth Godin juga? Udah komplir baca semua bukunya? Wah,bagus tuh rangkumannya. Saya sudah baca tapi ndak bisa merangkum seperti itu :D

    Oke, salam kenal ya :)

    1
  2. Richard bilang,

    iya! he is my new hero hahaha
    baru baca 3 bukunya sih purple cow, small is the new big,n the dip.. semuanya bagus2.. klo ada waktu mau baca semua sih :P

    salam kenal juga, navinot nya very inspiring! :D

    2
  3. F @ Bloggingly bilang,

    Huhu, dari dulu ingin baca bukunya tapi ngga sempet terus! :P

    At leaat baca resensinya disini lah :D

    Ngomong – ngomong pak, kalau permalink blognya di custom, jadi lebih keren tuh ;)

    3
  4. Richard bilang,

    @ F _ harus baca itu hehehe

    oo gtu ya.. ok deh saya coba, maklum masih baru pake wp :P thanks for the idea

    4
  5. tosan adji bilang,

    Wah ini buku mayan bagus, tapi ada 4P yang harus diwaspadai dan gak ditulis di buku ini, yaitu : Pemko, Pajak, Polisi, Preman… hehehehe, just kidding ^_^

    5
  6. Naz MoeT'z bilang,

    Great… Aq suka sekali tulisan ini sesuatu yang harus kita
    miliki agar kita berbeda dari yang lain. Pasti isi bukunya dah di
    serap semua ke otak ya pa… he.. “Pepatah mengatakan, “Perbedaan
    itu bukan selalu yang terbaik, akan tetapi orang yang terbaik itu
    selalu berbeda.” Tx

    7


Silahkan Post Komentar Kamu





* Diperlukan
49
pembaca

Richard Fang

Desain / Pemasaran / Ide

Twitter Updates

    Follow Me!
  • Tentang Richard

    Memulai karir sebagai graphic designer di Thinking Room inc, sebuah studio yang memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran dalam cara berpikir dan menghasilkan sesuatu.

    Lebih Jelas Lagi
  • Designed by Richard Fang
    Developed by zamdesign

    © 2009 Richard Fang. All Rights Reserved.