Tidak heran kalau di umur kita yang sekarang ini (twenty something) kita sudah mulai berpikir untuk berkarir/cari duit lebih serius. Banyak faktor yang mendorong, misalnya ekonomi, keluarga, rencana nikah, pemenuhan kebutuhan sendiri dan lain-lain.

it's not that hard
Sialnya, yang saya rasakan saat ini adalah banyak peluang baik yang hampir jelas terlihat sampai yang masih blur. Saya jadi berpikir, apakah sudah saatnya menentukan pilihan karir? Tapi di sisi lain, saya masih ingin mengeksplor kesempatan/bidang yang lain. (saya pikir ini kondisi normal, pemikiran sudah mulai terbuka dan segalanya menjadi jelas)
Memang ‘banyak jalan menuju Roma’ (malah terlalu banyak!), dan sangat betul sekali kalau kita sebaiknya harus menjalankan dan menekuni satu profesi saja. Saya jadi teringat wejangan orang tua (Mama), “Kamu sebaiknya jangan mengambil terlalu banyak profesi, ini bisa itu bisa, hampir semua bisa, tapi tidak ada satu yang tajam. Lebih baik hanya bisa satu tetapi bisa menusuk sampai kedalam.”
Cara yang paling baik adalah melihat ke dalam diri sendiri dulu, apakah kita nyaman melakukan nya? apakah ini sesuatu yang bisa di isi ulang passion nya? dan yang paling penting apakah kita hebat di bidang tersebut?. Seperti yang di katakan Seth Godin, “Jangan menjadi terbaik yang ke 2 atau ke 3, kita harus menjadi terbaik yang pertama.”
Dan yang terakhir, bila kamu sudah memilih jalan itu, “Don’t Complain!”. Karena kalau kamu mengeluh berarti ada yang salah dengan pilihan kamu, entah itu prosesnya, hasilnya, atau yang paling parah, salah jalan!. Jangan takut, semua orang berbuat salah, kamu tinggal mengulangi paragraf di atas dan menjalaninya lagi, Hey, we live in the pattern right?
Designed by Richard Fang
Developed by zamdesign
© 2012 Richard Fang. All Rights Reserved.
Two advices from a 28 year old:
1. Start as early as possible
2. Do what you like most.
If you are not sure what you like most, do try some in a short period of time. Don’t spend too much time, because of advice #1.
Cheers! and Good Luck!
yup..emang harusny do what we like most.. tp gmn ya kita tau kita hebat ato ngga di bid itu.. mksd gw..kadang kita uda mayan puas..tp diatas langit masi ada langit.. apa yg penting kita yakin aja..kita pasti bisa di bidang yg uda kita pilih itu and just show the best?
@ Ivan, yup betul itu
@ gun, emang di atas langit ada langit terus, the best itu klo menurut gue, misalnya klo orang mikir mp3 player pasti orang mikir iPod.. nah berarti iPod sudah the best di bidangnya.. tentu dari diri sendiri dulu lalu di yakinkan kalau kita the best dari pendapat orang lain (at least from small group of people first)
Bagus juga filosofi emak mu mengenai ketajaman profesi. Kalau dari pengalaman gw sih, intinya ikutin kata hati lu aja dan konsisten atas pilihan lu. Biasanya sih bakalan happy ending
yea, konsistensi emang kunci utama selama kata hati kita itu bener, jangan sampe terjebak di dip juga
Saya dapat kata – kata bagus dari Mario Teguh di acara MTSC Gathering Bandung Chapter. Mungkin bisa membantu :
Redaksinya sedikit bercampur dengan redaksi saya sih. Tapi kurang lebih seperti itu lah