Setelah hampir 1 tahun saya ngeblog (sejak Desember 2008), saya baru menyadari kalau ternyata blog itu tidak hanya sekedar catatan harian. Lebih dari itu blog bisa merefleksikan diri kita di dunia maya ini. Sama seperti kita berpenampilan di dunia offline (walaupun orang tidak bisa dinilai dari penampilan semata), secara tidak langsung akan menjadi pencitraan diri.

Kita Ini Petani Digital
Jadi, apa hubungannya dengan judul di atas?
Saya merasa seorang blogger itu sama seperti petani. Dalam hal ini tentu petani digital. Blog bisa di ibaratkan sebagai sawah nya. Kita harus mulai menanamkan benih, memberi pupuk, mengairi setiap hari, membuat saluran irigasi, sampai kepada memanen hasil nya, memasarkan hasil panen dan ulang lagi. Proses ini tidak akan berhenti, akan berputar terus.
Proses menanam benih dan memberi pupuk adalah saat dimana kita mencari dan menulis konten blog kita. Sedangkan membuat saluran irigasi dan memasarkan hasil panen bisa di ibaratkan sebagai saat memasarkan konten blog kita. Jangan salah, blog juga harus di pasarkan sama seperti ‘produk’ lain.
Kalau kita mengganggap blog sebagai suatu media baru dan ‘lahan’ baru untuk meningkatkan kualitas diri sendiri, maka kita akan mulai merasa ada tanggung jawab untuk tetap memeliharanya. Jadi, sudahkah kamu mengairi dan memberi pupuk sawah kamu hari ini? Bagaimana hasil pertanian kamu?
Karena kesibukan dengan blog desain grafis yang baru saya rintis maka blog ini sedikit di anak tiri kan
, tapi saya janji akan tetap mengupdate blog pribadi ini
Foto oleh : Rachdian
Designed by Richard Fang
Developed by zamdesign
© 2012 Richard Fang. All Rights Reserved.
Alasan utama saya belum bikin blog sampai sekarang ya yang begini ini, takut jarang update.
kangen tulisan richard di blog ini
hehe
Petani nya lagi ga bisa melanjutkan ngeblog, karena kerbaunya dipakai demonstrasi haha.. Si Bu Ya…
Teruz berbagi pak!
sangadh bermanfaadh!
analogi yang pas. mantap!!