Menilik Ulang Model Bisnis Swinde

Oleh : Richard Fang / June 29, 2009

Website tipe seperti ini memang banyak menimbulkan kontroversi, setidaknya itu yang saya lihat dari beberapa hasil search Google tentang Swinde.

Atau bahkan role model Swinde di luar sana yaitu Swoopo yang berbasis di Inggris. Ada pihak yang tidak masalah dengan model bisnis ini, tetapi lebih banyak lagi yang tidak setuju, sehingga mereka mulai melakukan black campaign terhadap website seperti ini.

Berpikir sebelum Bertindak

Berpikir sebelum Bertindak

Saya akan bahas beberapa hal yang menjadi masalah sehingga banyak yang tidak setuju, dan menjadi korek api untuk berpikiran yang tidak-tidak, di antaranya adalah,

  • Perbedaan nilai antara Poin dan Harga Tawar.
    Poin = 5.000 IDR,  Harga Naik setiap kali Tawar = 1.000 IDR (lebih asyik lagi kalau 25 IDR sekali naik), seperti postingan sebelumnya, tentu bagi yang belum mengerti model bisnis ini akan merasa sangat di untungkan, itu kalau Kamu menang, lalu bagaimana nasib nya dengan yang kalah? Ya tinggal di hitung saja “x” kali dia nge-bid di kali dengan 5.000 IDR. Dan saya rasa ini yang membuat adanya suara-suara negatif, pihak yang kalah merasa sangat di rugikan apalagi kalau mereka sudah mengeluarkan di atas 200 poin dan tidak menang (bukan jumlah yang sedikit). Istilah kasarnya pihak yang kalah, mayoritas merasa di tipu.

  • Server yang sepertinya tidak siap dengan trafik yang besar.
    Saya melihat pada awal-awal perjalanan Swinde, sepertinya banyak berhubungan dengan server yang tiba-tiba kelebihan beban. Mungkin juga mereka tidak mengira bahwa respon nya akan sebegitu besar. Tetapi kebijakan yang tidak adil adalah, mereka tidak mengembalikan Poin kalau tiba-tiba server down pada saat proses lelang berlangsung. Saya rasa ini sangat harus di rubah kalau mereka ingin bisnis ini jalan terus.
  • Fitur penggunaan Robot Auto Bid.
    Bagi yang mempunyai uang lebih banyak, mereka bisa menggunakan fasilitas ini, yaitu yang mereka sebut Robot. Robot ini akan melakukan bid hanya pada detik-detik terakhir (0 – 15 detik) dan bisa di set harga yang kita ingin kan untuk suatu produk. Misalnya saya mau beli Iphone seharga 2.000.000 IDR, maka saya set di harga itu saja, kalau sudah lebih, otomatis Robot tidak akan melakukan Bid. Dan kita bisa melakukan aktifitas lain nya tanpa harus memantau proses lelang yang berlangsung.
  • Tidak ada pencantuman alamat kantor di website.
    Walaupun mungkin hal yang sepele, tetapi ini penting bagi mereka yang ingin mencoba website ini (karena sudah melibatkan uang di awal bahkan sebelum barang bisa di menangkan). Dalam dunia maya ini di perlukan kejelasan, setidaknya Swinde bisa membuat kantor representatif yang dapat di hubungi secara offline.

Kira-kira itu masalah yang harus di pikirkan ulang kembali oleh Swinde, walaupun model nya meminjam dari Swoopo tetapi kita harus menyesuaikan dan me-revisi hal-hal yang akan menjadi masalah di kemudian hari.

Bagaimana caranya? tunggu postingan berikutnya, Saya akan mencoba memberikan solusi untuk website bertipe seperti Swinde ini.

update : ada yang sejenis juga, cuma sepertinya masih baru banget, yaitu www.pelelangan.com

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Twitthis
  • FriendFeed
  • del.icio.us
 

Ada 11 Komentar tentang posting ini


  1. Deche Pangestu bilang,

    Agak kaya lotere yah… orang pikir gpp lah ngeluarin uang kecil, buat dapetin chance hadiah besar. (nah dari volume besar pembelian point ini, si swinde untung)
    Gw sendiri sih ga gitu suka model bisnis gini… baik dari user (soalnya chance menang kecil bgt, trus kalo mao naekin chance… what’s at stake kalo kalah makin besar..) atau dari segi ngejalanin bisnis ini. (soalnya ga create values utk society…)

    Mana namanya Swinde lagi… jadi associative ke swindler. :P

    1
  2. Richard Fang bilang,

    memang deket banget sama yg namanya ‘judi’, intinya ya tetep money game, create value untuk society harusnya bisa sih klo mau di pikirin lagi..

    2
  3. wiren bilang,

    selain tidak ada alamat kantor juga tidak ada forum tanya jawab (FAQ) dalam website swinder padahal ini hal sangat penting, jujur saja saya melihat banyak kekurangan atau persyaratan untuk dikatakan sebuah web propesional. saya juga blm pernah ikut swinde ragu karena banyaknya kekurangan fitur-fitur tersebut. emang kalo dibilang dekat dengan judi saya setuju tapi tidak 100%. mudah-mudahan manajemen swinder melihat komentar ini….

    3
  4. mashengky.com bilang,

    untuk yang mau ngumpulin uang panas, sistem ini memang terbukti menghasilkan uang.. sama aja seperti PTC dan survey online yang ujung2 nya harus upgrade untuk bisa redeem komisi.. lah komisi dibayar dari hasil upgrade itu, bukan karena jasa sistemnya hehehe..

    duh pengen bikin web spt itu juga sih, tapi takut disumpahin orang..

    4
  5. water bilang,

    Kayanya yang pelelangan.com lebih sadis dibanding swinde d, pertama karena mereka bisa pembayaran melalui paypal, sistem kenaikan harga terlalu banyak sehingga sulit untuk diingat. Sebenernya klo mao dibilang pelelangan seperti ini wajar kog, klo kaga mereka dapet duit dari mana, secara kita tidak akan mungkin menawar barang yang tidak langka dengan harga diatas pasar. Hanya masalahnya sifat dasar manusia itu serakah. Salut buet yang pertama kale buet bisnis seperti ini

    5
  6. Adi bilang,

    Sepertinya peraturan permainan di swinde memang sedikit ‘mencurigakan’ menurut saya, dengan user yang sudah begitu banyak. sangat susah untuk user berkesempatan menang, dan juga dimana jumlah pemain tidak fix dari awal. sangat mencurigakan apabila di ujung2 permainan ada ‘orang’ dalam yang memiliki poin tak terbatas.

    ada lagi itu http://www.biddou.com, menurut saya itu peraturan di sana lebih fair, dimana jumlah pemain sudah fix dari awal. dan juga ada kantor reseprentatif nya.

    6
  7. agunghehe bilang,

    Aku sih curiganya memang dibuat minimal harga yang bisa dilepas oleh si pembuat dengan cara ada random autobid jika belum ada yang ngebid sampe hitungan ke nol. So itu sistem nunggu sampe berapa banyak actual bid yang diperbolehkan untuk melepas barangnya biar dia ngga rugi. memang bisnis ini adalah dosa. jangan diikuti yah teman2

    7
  8. memang seperti itu sih bisnisnya, memang menguntungkan. Tapi, buat yang suka judi ya itu fine fine aja. Buat yang gak punya duit lebih yang siap di pertaruhkan ya jangan ikutan. Setiap permainan ada yang menang dan ada yang kalah

    8
  9. muramasa bilang,

    saya sempat liat situs swinde,kok peraturan nya aneh gtu jadi googling dulu ternyata itu situs judi ya

    template nya bagus,jadi pengen punya jg gmn caranya ya?

    salam kenal Om richard fang

    9
  10. muramasa bilang,

    om richard mau tanya “zamdesign” itu yg kantornya di tebet ya?

    teman saya kerja di situ jg

    10

Ada 1 tautan balik

  1. Menilik Ulang Model Bisnis Swinde (Bagian 2) : Richard Fang 08 07 09

Silahkan Post Komentar Kamu





* Diperlukan
44
pembaca

Richard Fang

Desain / Pemasaran / Ide

Twitter Updates

    Follow Me!
  • Tentang Richard

    Memulai karir sebagai graphic designer di Thinking Room inc, sebuah studio yang memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran dalam cara berpikir dan menghasilkan sesuatu.

    Lebih Jelas Lagi
  • Designed by Richard Fang
    Developed by zamdesign

    © 2012 Richard Fang. All Rights Reserved.