Menilik Ulang Model Bisnis Swinde (Bagian 2)

Oleh : Richard Fang / July 8, 2009

Yang namanya permainan pasti mengasyikan, apalagi di tambah dengan menggunakan uang.

Bukan maksud saya mendukung perjudian, tapi memang kenyataan nya seperti itu. Coba misalnya, kita menonton pertandingan sepakbola sekaligus taruhan, pasti jadi lebih berasa dan lebih konsentrasi kan mengikutinya?. Atau kalau kita membeli lotere, pasti menunggu harap-harap cemas apakah kita dapat atau tidak, itu yang membuat permainan yang biasa-biasa saja jadi lebih menarik, oh.. belum lagi kalau angka pemenang nya menyerempet dengan angka yang kita beli, di jamin pasti ketagihan.

Just a game of luck?

Just a game of luck?

Begitu juga dengan Swinde dan website sejenisnya. Walaupun berlabel “Lelang” tetapi sesungguh nya sistem permainannya tidak 100% lelang, yang saya anggap lelang hanya sistem tawar nya itu saja. Jadi tidak heran banyak suara-suara negatif yang bermunculan dari hasil pencarian Google.

Sesuai janji saya dalam posting terdahulu, saya mau mencoba memberikan solusi untuk website bertipe seperti ini. Ok, langsung saja..

Menurunkan harga poin dari 5.000 IDR/poin menjadi 2.500 IDR/poin dan sekali tawar naik harga dari 1.000 IDR/ tawar menjadi 500 IDR/tawar.

Dengan begini modal yang di keluarkan oleh pemain bisa diminimalisir, sehingga bagi yang sudah berlomba menawar dan kalah tidak akan terlalu kesal, walaupun memang harus di terima kalau permainan seperti ini hanya ada 1 pemenang saja. Tentu saja bagi yang menang pasti akan mendapatkan harga terakhir yang sangat murah sekali di bandingkan dengan sistem yang sekarang di gunakan (1 kali naik hanya 500 Rupiah). Dari sisi Swinde sendiri, pasti tidak akan ada masalah, saya sudah memperhitungkan rasio “magic number” nya, di jamin tidak akan rugi, malah akan tambah ramai.

Memberikan hadiah hiburan kepada penawar terbanyak ke 2 dan ke 3 dalam satu produk.

Saya rasa setidaknya Swinde harus memberikan hadiah hiburan bagi mereka yang sudah melakukan 100 – 200 kali penawaran tetapi tetap kalah. Apalagi jika yang menawar sudah sampai 2000 orang ke atas. Memang tidak bisa “semua orang menang” tetapi karena sistem pembelian poin di awal maka seharusnya yang terbaik adalah seperti ini. Jika tidak, lama kelamaan pemain besar yang sering kalah akan malas untuk bermain lagi.

Stop penggunaan robot autobid.

Selain di rasa tidak adil, seperti manusia melawan mesin otomatis. Ini juga menghilangkan esensi dari permainan itu sendiri, tidak menyenangkan lagi kalau kita menggunakan robot untuk menawar, tidak akan merasakan ketegangan seperti pemain lain nya yang harus meng-klik dan memonitor harga, serta memutuskan untuk menawar atau tidak. Setidaknya ada sedikit strategi jika kita bermain normal dengan tidak menggunakan robot. Robot juga membuat sistem kapitalis yang tidak bagus, yang punya banyak poin dan menggunakan robot pasti menang (walaupun terkadang bisa kalah juga).

Server yang harus siap akan banyaknya pemain yang menawar secara bersamaan. Jika memang down, maka poin harus di kembalikan ke masing-masing pemain dan lelang di ulang kembali.

Baru saja beberapa hari yang lalu server Swinde tiba-tiba mati lagi di tengah-tengah proses lelang. Saya tidak tahu apakah poin para pemain di kembalikan atau tidak, karena saya pernah baca peraturan nya bahwa poin tidak di kembalikan kalau server tiba-tiba down, dan itu mereka anggap bukan salah mereka. Egois sekali, seharusnya ada pertanggungjawaban dari Swinde, karena mereka yang mengadakan permainan ini, kalau tiba-tiba ‘lamput mati’ ya harus di ulang lagi secara fair.

Menyisihkan 10 – 15% hasil lelang untuk di sumbangkan ke pergerakan sosial lokal.

Karena kita semua sudah tahu kalau sebenarnya nilai uang yang didapatkan Swinde itu lebih besar daripada harga barang sebenarnya, jadi tidak ada salahnya digunakan untuk kegiatan sosial. Misalnya, sisihkan untuk Coin a Chance, jadi anak-anak yang kurang mampu bisa bersekolah, saya yakin ini akan menjadi pendorong yang bagus, baik bagi para pemain dan imej Swinde sendiri. Untuk pemain yang tidak menang, bisa di bilang mereka juga ikut menyumbang, sehingga ada misi-misi sosial yang bisa di capai. Ingat Robin Hood? Sistem pemerataan kekayaan antara yang mampu dan kurang mampu?

Cantumkan alamat kantor representatif.

Ya, kita butuh kepastian, tidak di ragukan lagi. Pasti jadi lebih terpercaya, kalau ada kasus tinggal datang atau menghubungi kantor representatif. Saya rasa tidak terlalu susah, Swinde bisa menyewa kantor cyber, setidaknya ada penghubung offline antara pemain dan Swinde.

Kira-kira solusi seperti itu yang saya tawarkan, kalau Kamu mempunyai ide lain silakan diskusi di kolom komentar :) Mudah-mudahan bisa berguna untuk ide bisnis lain atau bagi yang Kamu yang mau membuat saingan nya Swinde.


Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Twitthis
  • FriendFeed
  • del.icio.us
 

Ada 13 Komentar tentang posting ini


  1. Richard Fang bilang,

    @Yogi _ yup masalah server down itu memang agak mencurigakan.. btw klo emang down, itu poin sebenernya bisa di atur untuk reset ke semula ga? (karena kebetulan Yogi juga develop scriot seperti ini)

    1
  2. Bisnis Online bilang,

    info penting nih, thanks yach dah mau share :)

    4
  3. Yogi bilang,

    Bermain bisnis seperti ini memang butuh modal besar dan harus siap untung maupun rugi.

    Salah satu klien kita malah ada yang pernah lelang mobil Honda beberapa minggu lalu, tapi ternyata autionnya terhenti di $1.24. Padahal harusnya kalau mau balik modal aja mobil tersebut harus terjual minimal $300.

    Tapi tetep aja mereka jual tuh mobil seharga $1.24 ke pemenang auction tersebut.

    Malah ada videonya waktu penyerahan hadiahnya hehehe.
    http://www.youtube.com/watch?v=1qWhbiw3srY

    5
  4. Richard Fang bilang,

    @Yogi _ nah ini baru yang bener nih, no losers itu bagus tuh, jadi kita tetep bisa beli barang yg di lelang ya meski kita juara 2 misalnya

    6
  5. masalah kantor saya setuju, banget. penguna internet awam tentu blm bisa percaya dengan metode ini kan..

    yang kedua maslaah robot, kembali setuju dan ngak stju.

    setujunya, ternyata memang kapitalis, kalo yang punya banyak duit bakal lebih santai

    ngak setuju, pake robot sebenernya bakal lebih rugi. dibanding yang human. fungis robot hanya sebagai executioner apabila ada trigger

    7
  6. Richard Fang bilang,

    @Arham _ iya memang robot sebenernya bisa lebih rugi, apalagi kalau robot vs robot hehehe yg untung ya Swinde! :P

    8
  7. Graha bilang,

    Ya semoga pengelola Swinde sempat melihat web ini dan segera melakukan Improvement, untuk masalah server karena ini tempat lelang jadi usahakan uptime terus dunkz, kalo tiba” mau ngebid pas detik-detik terakhir down kan ga lucu

    9
  8. iqbal bilang,

    benar , jaminan bahwa sistem tidak dicurangi masih minim… dan saya dibuat bingung apakah ini “bid” atau “bet”? hhe..

    10
  9. mashengky.com bilang,

    makin tertarik untuk uji coba swinde2.com neh wakakakak..

    12
  10. cUn_cunZ bilang,

    setuju banget niy usulanya….

    13


Silahkan Post Komentar Kamu





* Diperlukan
44
pembaca

Richard Fang

Desain / Pemasaran / Ide

Twitter Updates

    Follow Me!
  • Tentang Richard

    Memulai karir sebagai graphic designer di Thinking Room inc, sebuah studio yang memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran dalam cara berpikir dan menghasilkan sesuatu.

    Lebih Jelas Lagi
  • Designed by Richard Fang
    Developed by zamdesign

    © 2012 Richard Fang. All Rights Reserved.