Bahkan saya di invite dan di yakinkan untuk bergabung, walaupun saya tidak mengetahui dengan jelas website seperti apakah Fs itu. Tapi karena semua orang tampaknya punya Fs, maka mau tidak mau saya mencoba nya.

you can cry now
Dan ternyata, oh inilah yang dinamakan social profile dimana kita seperti mempunyai KTP versi online, semua informasi tentang kita bisa di muat disitu dan semua orang bisa melihatnya. Keren juga saya pikir dalam hati. Yang tidak bisa di lupakan juga momen-momen ketika kita berlomba adu banyak teman (friends), jujur saja saya dulu juga ikutan, tak lain karena gengsi, takut di anggap tidak gaul oleh teman-teman saya. Apalagi kalau teman saya itu sudah mempunyai 2 atau bahkan 3 akun Fs (pada saat itu Fs membatasi hanya sampai 1000 teman per akun).
Setelah di pikir-pikir, apa gunanya teman banyak tapi kita bahkan tidak tahu nama asli mereka?
Dan disinilah saya mulai sadar arti jejaring sosial yang sebenarnya, yaitu untuk menjalin komunikasi dengan teman yang sudah lama tidak bertemu (bukan mencari teman baru yang sama sekali tidak kita kenal) bila ingin mencari teman baru menurut saya cara tradisional lebih baik, bertemu langsung dan mencari apakah punya minat yang sama, dan seterusnya.
Nah, sekarang ini (tahun 2009) bagaimana nasib Friendster di tengah-tengah persaingan yang sudah begitu ketat? Kita semua tahu bahwa Facebook sudah mulai merajalela di Indonesia. Banyak teman juga mulai beralih dari Fs ke Fb, dengan alasan yang lebih bisa masuk akal, seperti penggunaan yang lebih mudah dan intuitif, benar-benar berfungsi untuk menemukan teman lama ( teman sd dan tk), dan branding yang lebih baik di banding Fs.
Tapi rasanya Fs tidak tinggal diam begitu saja, Fs melakukan sedikit perubahan demi perubahan yang menurut saya sudah sangat telat sekali, seperti, status update di home, interface nya sudah mulai mengikuti ala Facebook, tapi tetap saja berkesan dingin dan tidak hidup seperti Facebook.

updates ala Facebook
Masalah yang ke 2 adalah SPAM! Sudah cukup kesal saya menghapus komentar Spam dari profile saya, walaupun saya sudah menandai bahwa ini Spam tetap saja bisa ada lagi, lagi dan lagi.

beautiful!
Masalah yang ke 3 adalah branding dan trend, coba kita lihat perbedaan pengguna Fs dan Fb. Di Fb sedikit sekali pengguna abg yang hanya menarsiskan dirinya secara tidak jelas, oh jangan lupa dangan profile page yang berwarna-warni menyakitkan mata, dan bekum lagi musik pop rock yang di mainkan secara tiba-tiba (auto play).
Sangat berbeda di bandingkan dengan Fb yang berkesan lebih apa adanya, dan tidak norak. Tidak ada profile page warna warni menyakitkan mata, tidak ada musik auto play, yang ada hanya personality mereka ( itu juga bisa kita lihat bila kita telah menjadi teman, Fb benar-benar menjaga privasi pengguna nya, walaupun sempat ada beberapa masalah dengan terms & condition tentang informasi pengguna Fb)
Kalau Friendster tetap berjalan dengan kondisi seperti sekarang ini, maka tidak heran kalau 2 tahun lagi kita sudah tidak menyentuh lagi Friendster. Seharusnya mereka sadar dan mempertahankan basis pengguna yang sudah sangat besar di Indonesia ini dengan memberikan fitur-fitur yang lebih menarik. Sekarang ini Fs seperti berdiri dengan angkuhnya tanpa tahu ada serigala yang akan menerkam dari belakang.
Well, selamat berjuang Friendster dan selamat tinggal semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu.
Designed by Richard Fang
Developed by zamdesign
© 2009 Richard Fang. All Rights Reserved.
bye2 Fs.
artikel kritisisi yg bagus richard!
tankyu
yup, bye2 my first social page hehehe
Friendster allow custom profile juga karena MySpace. Tapi pengguna Myspace sudah mulai BeTe sendiri, akhirnya pindah Facebook. si FS malah telah masuk, dan skrng dah terlanjur masuk.
SPAM nya FS tuh yg ga tahan.
betul sodara,
spam, junks serta fitur tampilan yang berat dan terlalu rame itu malah bikin saya ilfil sama FS ..
bye FS, welcome FB .. lagian di FB ada banyak group sharing knowledge… ini yang membuat saya betah ..
iya Van, spam nya merajai tuh di fs, kayak ga ada yg ngurus gtu yah, aneh..
yap dadan, sekarang ini kita lebih mencari komunitas yg berguna juga buat kita..
pada dasarnya saya juga suka social networking ini,
hanya saja member yang ada didalmnya kurang variatif, untuk Indonesia sendiri mayoritas membernya nak kuliahan dan SMA, berbeda dengan social networking yang lagi populer sekrng,
@ arvernester _ itu sebabnya fs itu jejaring untuk newbie seperti yg di bilang media ide
Oh ya, cek http://www.koprol.com dari SkyEight (iya, SkyEight, SkyEight)
FB namanya keren, kalau friendster kesannya cuma untuk temanan doang, kalo FB memang jadi jejaring informasi
@ bodrox _ semoga FB bisa bertahan dan tidak senasib dengan Fs nantinya
bye FS and wellcome FB
Gw dulunya ga tertarik sama sekali dgn namanya fs. Tapi tergoda dengan pesbuk.:)
Pengen nulis ttg prediksi fs yang bakalan almarhum beberapa saat tapi udah dibahas sama richard. Good.
Terus akhinya pgn nulis ttg, berapa banyak pengguna fs yg berpindah ke pesbuk? skr pangsa pasar pengguna fs di indo tergerus berapa persen dgn kehadiran mainannya zuckerberg ini?
@ Rommi _ mungkin 65% dan bertambah trus tiap bulan , LOL
@ yulius _ that’s rite bro!
dua2 ny sama saja..hanya buang2 waktu..yodhia antariksa mengupas dengan cerdas fenomena FB dan BB di http://strategimanajemen.net/2009/03/16/blackberry-facebook-dan-hancurnya-peradaban-membaca/
Good Post!!!!
FB emang jauh meningglkan FS
Yup, FB punya interface yang amat sangat clean dibanding FS yang Norak,
FS yang terlihat amat statis dgn FB
FS yang tempatnya Spam (plese, it’s enough)
congratz lah FB and say goodbye for FS
thank you Taufiq, fb is my new homeboy..