Kalau sudah hujan lebih dari setengah jam, maka mulai siap-siap deh angkat barang ke lantai 2, atau menyiapkan pakaian untuk mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman.
Sampai kapan kita mau seperti ini terus?
Kalau saya lihat, lama kelamaan banjir bisa jadi budaya, dimana kalau tidak banjir rasanya belum lengkap. It’s like love and hate relationship, benci tapi cinta. Belum lagi sikap pemerintah yang seperti nya kurang pendidikan. Mengapa sudah dekat mau musim hujan baru di bersihkan itu sampah di kali dan got? Jalanan baru di betulkan, padahal sudah banyak yang bolong-bolong sejak musim kemarau kemarin-kemarin (peninggalan musim hujan tahun sebelumnya).

there is no turning back!
Kenapa kita punya mental seperti itu? Seperti sapi yang harus di pecut dulu baru jalan?. Belum lagi saling lempar tanggung jawab, antara divisi pemerintah, dan masyarakat dengan pemerintah. Pemerintah bilang “Kita harus bekerjasama mengatasi banjir, tidak bisa pemerintah sendiri, harus bekerjasama dengan rakyatnya”. Well ada benarnya juga, memang harus kerjasama, tetapi sayangnya itu hanya omong saja. Jalan bolong-bolong di dekat rumah saya juga tidak ada kelanjutannya (sudah setahun lebih).
Ada sih yang berusaha membetulkan, yaitu masyarakat sekitar tanpa bantuan pemerintah (paling hanya memberi ijin saja dan “minta” bagian). Tetapi karena mungkin dana yang tidak mencukupi jadi hanya di tambal saja, dan tidak lama kemudian (1 atau 2 bulan) hancur lagi tambalan nya.
Alangkah baiknya nanti bila musim hujan tahun ini sudah lewat, maka pemerintah harus mensosialisasikan program anti banjir nya untuk tahun 2010. Memang banjir bukan masalah yang sangat besar karena kebanyakan dari kita sudah biasa menghadapinya, tapi sudah saatnya kesalahan yang sama tidak terulang lagi tahun depan.
Designed by Richard Fang
Developed by zamdesign
© 2012 Richard Fang. All Rights Reserved.