Saya berani bertaruh pasti Kamu pernah walaupun hanya satu kali (biasanya pasti lebih, bahkan banyak sampai Kamu tidak sadar!). Itulah inti kekuatan dari Pemasaran Lisan, bisa di bilang mirip dengan viral marketing, tapi bagi saya itu mungkin hanya perbedaan penggunaan bahasa saja, intinya tetap sama, yaitu menciptakan berita/perbincangan yang ujung-ujungnya meningkatkan profit atau popularitas.
Pemasaran Lisan atau yang istilah keren nya di sebut ‘Buzz Marketing’ memang bukan cara baru di dunia pemasaran. Malah cara ini bisa di bilang cara tradisional, menurut saya teknik ini dekat dengan rekomendasi atau yang sedikit ekstrim, gosip. Sebenarnya kita secara tidak sadar sering melakukan pemasaran lisan, baik memasarkan produk/diri sendiri, atau produk orang lain melaui kegiatan dan interaksi sehari-hari.
Nah sekarang bagaimana caranya kalau kita ingin menciptakan ‘Buzz’ ?
Sebelum belajar menciptakan, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa ciri Pemasaran Lisan, kalau kita sudah tahu ciri-cirinya maka otomatis kita akan tahu cara menggunakan teknik tersebut di dalam bisnis kita. Berikut ini 6 ciri yang saya kumpulkan dari buku Buzz Marketing yang telah saya ulas sedikit pada posting terdahulu.
Kita semua tahu inti cerita Daud itu, yaitu si Kecil menang telak melawan si Besar. Hasil yang tidak di duga oleh orang banyak. Contoh yang paling gampang, kita ambil kasus Ibu Prita kemarin, seorang Wanita versus RS Besar. Akhir ceritanya dapat kita ingat seumur hidup, dan tentu saja kemenangan ada di pihak si Kecil.
Kedua hal di atas harus berjalan beriringan dan harus saling men-support satu sama lain. Tidak ada gunanya kreatif kalau kita tidak berani menjalankan nya. Sebaliknya lebih parah lagi jika hanya berani saja tanpa adanya kreatifitas. Contohnya, waktu Radiohead mengeluarkan album terakhirnya dengan cara download digital dan bisa membayar semaunya kita, bahkan gratis juga bisa!
Untuk yang ini sudah tidak di ragukan lagi, pasti menimbulkan pemberitaan dimana-mana, walaupun itu hanya sebatas istri pak RT yang ketahuan selingkuh siang-siang bolong. Ya, kita sering melihat nya di infotainment.
Kejadian yang luar biasa sepertinya akan selalu jadi bahan pemberitaan, baik itu yang menyenangkan seperti acara pembukaan Olimpiade di China kemarin ini, yang katanya paling berkesan sepanjang sejarah Olimpiade, atau terpleset nya sang diva internasional pada waktu manggung di salah satu acara TV.
Entah kenapa, gara-gara kampanye SBY kemarin menggunakan lagu Indomie membuat SBY menjadi lebih mudah diingat. Walaupun banyak juga yang memprotes dan menganggap tim kampanye SBY tidak kreatif, tapi kenyataan nya saya rasa memang sangat efektif. Indomie siapa sih yang tidak tahu? Di tambah lagi lafal SBY dan Indomie sama-sama menggunakan 3 suku kata.
Wah kalau yang terakhir ini kalau sampai bocor sudah pasti heboh, apalagi yang di gunakan adalah rahasia yang menyangkut kepentingan orang banyak. Kebanyakan seminar-seminar menggunakan cara ini, seperti “Mau tahu Rahasia Sukses?” dan sebagainya. Biarpun kita kadang suka tidak peduli, tapi yang namanya rahasia, siapa sih yang tidak mau tahu?
Designed by Richard Fang
Developed by zamdesign
© 2009 Richard Fang. All Rights Reserved.
Menciptakan “buzz” = memikirkan bagaimana membuat iklan yang “wah” tapi berbiaya rendah. kekuatannya bukan di iklan tetapi efek yang dihasilkan iklan supaya “dibicarakan” orang.
OOT: entah kenapa setiap mendengar kata “buzz marketing” saya selalu teringat lagu Nirvana – Love Buzz “Can you feel my love buzz”
gile jadul banget tuh, jadi kebayang melodi gitarnya yg kayak lagu india gitu hahaha
untuk nomor 6 lebih cocok kalau dibilang, sengaja disebutkan ‘rahasia bocor’ bahkan mungkin bukan rahasia… misalnya rahasia blogging yang iuuhhh banget…
soal buzz marketing saya pernah melakukan di online, sehubungan event musik kemarin, hasilnya sukses.. tapi menguatkan nomor 3 & 4 , salah satu ciri cirinya ya bgtu
wah boleh di share tuh pengalaman nya
ngomong2 rahasia, SBY juga tadi buka rahasia tuh hehehe
astaga,, saya pan suka liat kamu di twentea. haha, dunia 2.0 sempit juga ternyata..
buzz? tak apa. bikin hidup lebih hidup, capek-capek belajar juga